FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS UDAYANA
Dari beberapa tahun
terakhir jumlah mahasiswa di Fakultas Peternakan Universitas Udayana
mulai mengalami peningkatan jumlah yang cukup singgifikan. Di tahun 2009
jumlah mahasiswanya tidak lebih dari 20, namun mulai dari tahun 2010,
2011 dan 2012 jumlah mahasiswa yang mendaftar sudah menjadi sekitar 60 -
70 mahasiswa baru. Kondisi ini menjadi sangat berarti mengingat kondisi
sat ini pemerintah sangat memerlukan para sarjana - sarjana pertanian
dan peternakan untuk melaksanakan program pemerintah, seperti SMD (
Sarjana Membangun Desa ) dan yang lain - lainya.
Kondisi ini juga
menjadi sangat berarti bagi fakulltas peternalan Unud yang sudah
berdiri sejak awal keberadaan Unud untuk tetap eksis ditengah gempuran
jumlah mahasiswa fakultas lainnya. Menjadi fakultas dengan jumlah
mahasiswa terkecil dan dengan sumber dana terkecil pula, oeternakan
harus tetap berusaha bertahan dengan kesederhanaan namun tetap
memperhatikan luaran mahasiswa yang berkualitas.
Masih terdapat
banyak kekurangan yang dimiliki fakultas peternakan sekarang ini, jika
dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu ( masa orde baru ). selain
kurang mahasiswa, fasilitas dan sumber dana juga mejadi satu kondisi
yang cukup memprihatinkan. Kebijakan pihak rektorat yang memberikan
biaya perkuliahan berdasarkan jumlah mahasiswa menjadi faktor utama
kurangnya biaya untuk mengadakan fasilitas baru. Karena dengan jumlah
mahasiswa yang sedikit sudah tentu jumlah dana yang dikelurakan oleh
pihat rektorat ke fakultas juga semakin sedikit, sedangkan sumber dana
dari mahasiswa pun tidak begitu besar. Hal ini menjadi suatu ironi yang
begitu mendalam. Ditengah usaha pemerintah untuk mengalakkan swasembada
padang dan daging, namun tidka ada dukungan secara signifikan terhadap
upaya penigkatan SDM. Karena akan menjadi sangat sulit jika ingin
meningkatkan kualitas SDA jika kualitas SDMnya tidak diperbaiki pula.
Semoga
kondisi ini cepat berubah, pihak - pihak yang terkait mulai memikirkan
tentang kondisi peternakan yang semakin terpuruk. Karena tanpa
peternakan maka ketahanan pangan dan perbaikan kebutuhan gizi nasionla
tidak akan pernah tercapai. Dan juga setiap manusia di dunia ini tidak
akan bisa hidup tanpa adanya peternak, karena hampir setiap kehidupan
manusia selalu berhubungan dengan dunia peternakan, muali dari makan,
sepatu, baju, seni dan lain - lainnya. Bisa dikatakan manusia tidak akan
bisa makan - makanan bergizi jika tanpa peternakan. Jangan pernah
memandang sebelah mata lagi semua hal yang berhubungan dengan
peternakan, enyah itu mahasiswa yang kuliah di fakultas peternakan
ataupun masyarakat yang bekerja sebagai peternak.
" Jika Mau Maju, Ayo Pemuda Indonesia Kuliah Di Fakultas Peternakan "
jangan hanya ingin makan enak, tapi tidak mau bekerja untuk bangsa dan negara.
Pemuda Penghuni Surga
Minggu, 11 November 2012
Nama
: I Gede Benson Andika
Nim
: 1107105001
Fakultas
Peternakan
Universitas
Udayana
I.
Pendahuluan
a. Definisi pertumbuhan :
1. Schloos
( 1991 ) : mendefinisikan pertumbuhan sebagai pertambahan yang berkorelasi di
dalam masa dari badan dalam interval waktu yang terbatas dalam suatu cara yang
khusus dari spesies tersebut.
2. Broody
( 1945 ) : mendefinisikan pertumbuhan sebagai suatu perubahan – perubahan waktu
yang secara relative tidak bisa berbalik didalam dimensi yang diukur.
3. Maynard
( 1974 ) : membedakan antara pertumbuhan sebenarnya ( true growth ) dengan
deposisi lemak di dalam jaringan adipose. Dia menyatakan pertumbuhan sebenarnya
( true growth ) sebagai suatu peningkatan didalam berat dari organ – organ dan
jaringan struktural seperti urat daging dan tulang.
4. Soeparno
( 1992 ) : definisi pertumbuhan yang paling sederhana adalah perubuhan ukuran
yang meliputi perubuhan berat hidup, bentuk, dimensi lenier, dan komposisi
tubuh, termasuk perubahan komponen – komponen tubuh seperti otot, lemak, tulang
dan organ serta komponen – kompenen kimia, terutama air, lemak, protein, dan
abu pada karkas.
5. Parker
( 1984 ) : bagi seorang ahli fisiologi, pertumbuhan diartikan sebagai
pertmabahan dalam ukuran dan berat tulang- tulang seta otot – otot skeletal.t
6.
Goodwin ( 1977) : Pertumbuhan adalah
peningkatan berat badan ternak sampai ukuran dewasa tercapai..
7.
Moran (1992) : Meningkatnya umur
ternak akan terjadi perubahan pada ukuran, bentuk dan komposisi tubuh.
8.
Fouler (1968) : Pertumbuhan adalah
peningkatan bobot badan sejalan dengan meningkatnya umur, sambil terjadi
perkembangan yaitu perubahan struktur dan fungsi organ tubuh pada ternak yang
sedang tumbuh dari adanya perbedaan pertumbuhan relatif komponen tubuh.
9.
Anggorodi (1979) : Penambahan berat
akibat penimbunan lemak atau penimbunan air bukan pertumbuhan murni. Ditinjau
dari segi kimiawi : Pertumbuhan murni adalah suatu penambahan jumlah protein
dan zat-zat mineral yang tertimbun di dalam tubuh.
10.
Bogard ( 1977) : Pertumbuhan adalah
peningkatan jumlah protein yang terbentuk melebihi jumlah protein yang hilang.
b. Perbedaan pertumbuhan dan
perkembangan :
Istilah
pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang selalu saling terkait satu
sama lainnya. Karena pada dasarnya setiap makhluk hidup ( ternak ) pasti akan
mengalami pertumbuhan dan perkembnagan dalam hidupnya.
Jika
dilihat dari sisi definisnya, pertumbuahan dapat dibedakan dengan sangat jelas,
yaitu definisi pertumbuahan adalah perubahan ukuran yang meliputi perubahan
berat hidup, bentuk, dimensi linier, dan komposisi tubuh, termasuk perubahan
komponen – komponen tubuh seperti otot, lemak, tulang dan organ seta komponen –
komponen kimia, terutama air, lemak, protein, dan abu pada karkas ( Sorparno,
1992 ). Sedangkan definisi dari perkembangan adalah progres atau kemajuan
gradual kompleksitas yang lebih rendah menjadi kompleksitas yang lebih tinggi
dan ekspansi ukuran ( Forrest et al.,1975 ) atau perubahan bentuk konformasi
tubuh termasuk perubahan struktur tubuh ( Goodwin, 1977 ), perubahan kemampuan
dan komposisi dalam ( Soeparno, 1992 ).
Selain
itu secara singkat dapat juga dikatan bahwa pertumbuhan adalah perubuahn
komposisi tubuh yang dapat diukur secara kuantutatif atau diangkakan, sedangkan
perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada komposisi tubuh yang tidak
dapat dihitung secara kuantitatif, namun dapat dinyatakan secara kualitatif (
kualitas ).
c. Definisi pola pertumbuhan :
Pola
pertumbuhan adalah suatu arah tumbuh kembang makhluk hidup dari semenjak lahir
sampai mati. Dalam hal ini arah tumbuh kembang tersebut digambarkan dengan
sebuah kurve pertumbuhan. Kurve pertumbuhan ini dihasilkan dari hubungan antara
berat badan dengan umur serta berlaku untuk semua spesies makhluk hidup kecuali
pada manusia di usia muda. Jika digambnarkan, maka bentuk kurve pertumbuhan ini
akan membentuk huruf “ S “, yang
kemudian disebut dengan bentuk sigmoid.
d. Ukuran pertumbuhan :
Ukuran
pertumbuhan adalah segala hal yang digunakan sebagi acuan – acuan yang dalam
usaha mengetahui dan menilai tingkat pertumbuahan ternak. Ukuran pertumbuhan
yang paling umum dikenal adalah berat badan, tetapi seringkali berbagai ukuran
seperti tinggi dan panjang juga dipergunakan.
|
W2
– W1 adalah pertambahan berat badan selama interval waktu t2 – t1 .
Laju
pertumbuhan rata – rata yang dinyatakan dengan cara ini tidak menjadi masalah
rentang waktunya pendek, tetapi jika rentang waktunya panjang maka cara ini tidak bisa dilakukan. Maka
suatu metode alternative didalam menyatakan laju pertumbuhan adalah dengan laju
pertumbuhan relative, yakni : pertambahan berat badan dalam suatu waktu yang
diberikan, dinyatakan dalam hubungan dengan berat permulaan dengan waktu itu.
RGR
( Real Growth Rate ) dinyatakan dengan formula :
, dimana W1 =
berat awal dan W2 = berat akhir.
II.
Pola
pertumbuhan ternak sapi dan kerbau :
Pola
pertumbuhan adalah sebuah pola tentang tingkat pertumbuhan ternak yang
digambarkan dalam bentuk sebuah kurve ataupun tabel. Pola pertumbuhan yang
sudah sering dikenal dan berlaku untuk semua spesies adalah kurve dengan bentuk
“ sigmoid atau S “.
Baik
ternak sapi ataupun ternak kerbau mempunyai pola pertumbuhan yang sama, yaitu
berbentuk kurve “ sigmoid “. Namun terdapat perbedaan dalam hal waktu
terjadinya pertumbuhan cepat dan pertumbuhan lambat. Ternak sapi mengalami
pertumbuhan lebih cepat, namun berhenti lebih awal. Sedangkan ternak kerbau
mengalami pertumbuhan yang lebih lambat, namun petumbuhannya berlangsung lebih
lama bahkan bisa sampai umur 9 – 10 tahun.
Tabel
Pola pertumbuhan minimal dalam persentase dari berat badan dewasa sapi Bali
betina dan jantan :
|
No
|
Umur
|
Betina
|
Jantan
|
|
Berat badan
( Kg )
|
Berat badan
( Kg )
|
||
|
1
|
Lahir
|
15
|
17
|
|
2
|
3 bulan
|
40
|
44
|
|
3
|
6 bulan
|
60
|
65
|
|
4
|
9 bulan
|
80
|
86
|
|
5
|
12 bulan
|
95
|
105
|
|
6
|
24 bulan
|
190
|
210
|
|
7
|
36 bulan
|
225
|
340
|
|
8
|
42 bulan
|
275
|
375
|
|
9
|
48 bulan
|
355
|
475
|
|
10
|
60 bulan
|
392
|
529
|
|
11
|
72 bulan
|
400
|
550
|


Tablel
Pola pertumbuhan kerbau Murrah :
|
No
|
Umur
|
Betina
|
Jantan
|
|
Berat badan
( Kg )
|
Berat badan
( Kg )
|
||
|
1
|
Lahir
|
29.1
|
28.5
|
|
2
|
1 bulan
|
55.8
|
38.8
|
|
3
|
3 bulan
|
93.2
|
56.4
|
|
4
|
6 bulan
|
144.5
|
84.0
|
|
5
|
9 bulan
|
150.5
|
107.9
|
|
6
|
12 bulan
|
224.1
|
141.0
|
|
7
|
18 bulan
|
283.2
|
202.0
|
|
8
|
24 bulan
|
348.5
|
278.0
|


Langganan:
Komentar (Atom)