Minggu, 11 November 2012

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS UDAYANA

Dari beberapa tahun terakhir jumlah mahasiswa di Fakultas Peternakan Universitas Udayana mulai mengalami peningkatan jumlah yang cukup singgifikan. Di tahun 2009 jumlah mahasiswanya tidak lebih dari 20, namun mulai dari tahun 2010, 2011 dan 2012 jumlah mahasiswa yang mendaftar sudah menjadi sekitar 60 - 70 mahasiswa baru. Kondisi ini menjadi sangat berarti mengingat kondisi sat ini pemerintah sangat  memerlukan para sarjana - sarjana pertanian dan peternakan untuk melaksanakan program pemerintah, seperti SMD ( Sarjana Membangun Desa ) dan yang lain - lainya.

Kondisi ini juga menjadi sangat berarti bagi fakulltas peternalan Unud yang sudah berdiri sejak awal keberadaan Unud untuk tetap eksis ditengah gempuran jumlah mahasiswa fakultas lainnya. Menjadi fakultas dengan jumlah mahasiswa terkecil dan dengan sumber dana terkecil pula, oeternakan harus tetap berusaha bertahan dengan kesederhanaan namun tetap memperhatikan luaran mahasiswa yang berkualitas.

Masih terdapat banyak kekurangan yang dimiliki fakultas peternakan sekarang ini, jika dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu ( masa orde baru ). selain kurang mahasiswa, fasilitas dan sumber dana juga mejadi  satu kondisi yang cukup memprihatinkan. Kebijakan pihak rektorat yang memberikan biaya perkuliahan berdasarkan jumlah mahasiswa menjadi  faktor utama kurangnya biaya untuk mengadakan fasilitas baru. Karena dengan jumlah mahasiswa yang sedikit sudah tentu jumlah dana yang dikelurakan oleh pihat rektorat ke fakultas juga semakin sedikit, sedangkan sumber dana dari mahasiswa pun tidak begitu besar. Hal ini menjadi suatu ironi yang begitu mendalam. Ditengah usaha pemerintah untuk mengalakkan swasembada padang dan daging, namun tidka ada dukungan secara signifikan terhadap upaya penigkatan SDM. Karena akan menjadi sangat sulit jika ingin meningkatkan kualitas SDA jika kualitas SDMnya tidak diperbaiki pula.

Semoga kondisi ini cepat berubah, pihak - pihak yang terkait mulai memikirkan tentang kondisi peternakan yang semakin terpuruk. Karena tanpa peternakan maka ketahanan pangan dan perbaikan kebutuhan gizi nasionla tidak akan pernah tercapai. Dan juga setiap manusia di dunia ini tidak akan bisa hidup tanpa adanya peternak, karena hampir setiap kehidupan manusia selalu berhubungan dengan dunia peternakan, muali dari makan, sepatu, baju, seni dan lain - lainnya. Bisa dikatakan manusia tidak akan bisa makan - makanan bergizi jika tanpa peternakan. Jangan pernah memandang sebelah mata lagi semua hal yang berhubungan dengan peternakan, enyah itu mahasiswa yang kuliah di fakultas peternakan ataupun masyarakat yang bekerja sebagai peternak.

" Jika Mau Maju, Ayo Pemuda Indonesia Kuliah Di Fakultas Peternakan "
jangan hanya ingin makan enak, tapi tidak mau bekerja untuk bangsa dan negara.

Nama : I Gede Benson Andika
Nim : 1107105001
Fakultas Peternakan
Universitas Udayana

I.                   Pendahuluan

a.      Definisi pertumbuhan :
1.      Schloos ( 1991 ) : mendefinisikan pertumbuhan sebagai pertambahan yang berkorelasi di dalam masa dari badan dalam interval waktu yang terbatas dalam suatu cara yang khusus dari spesies tersebut.
2.      Broody ( 1945 ) : mendefinisikan pertumbuhan sebagai suatu perubahan – perubahan waktu yang secara relative tidak bisa berbalik didalam dimensi yang diukur.
3.      Maynard ( 1974 ) : membedakan antara pertumbuhan sebenarnya ( true growth ) dengan deposisi lemak di dalam jaringan adipose. Dia menyatakan pertumbuhan sebenarnya ( true growth ) sebagai suatu peningkatan didalam berat dari organ – organ dan jaringan struktural seperti urat daging dan tulang.
4.      Soeparno ( 1992 ) : definisi pertumbuhan yang paling sederhana adalah perubuhan ukuran yang meliputi perubuhan berat hidup, bentuk, dimensi lenier, dan komposisi tubuh, termasuk perubahan komponen – komponen tubuh seperti otot, lemak, tulang dan organ serta komponen – kompenen kimia, terutama air, lemak, protein, dan abu pada karkas.
5.      Parker ( 1984 ) : bagi seorang ahli fisiologi, pertumbuhan diartikan sebagai pertmabahan dalam ukuran dan berat tulang- tulang seta otot – otot skeletal.t
6.      Goodwin ( 1977) : Pertumbuhan adalah peningkatan berat badan ternak sampai ukuran dewasa tercapai..
7.      Moran (1992) : Meningkatnya umur ternak akan terjadi perubahan pada ukuran, bentuk dan komposisi tubuh.
8.      Fouler (1968) : Pertumbuhan adalah peningkatan bobot badan sejalan dengan meningkatnya umur, sambil terjadi perkembangan yaitu perubahan struktur dan fungsi organ tubuh pada ternak yang sedang tumbuh dari adanya perbedaan pertumbuhan relatif komponen tubuh.
9.      Anggorodi (1979) : Penambahan berat akibat penimbunan lemak atau penimbunan air bukan pertumbuhan murni. Ditinjau dari segi kimiawi : Pertumbuhan murni adalah suatu penambahan jumlah protein dan zat-zat mineral yang tertimbun di dalam tubuh.
10.  Bogard ( 1977) : Pertumbuhan adalah peningkatan jumlah protein yang terbentuk melebihi jumlah protein yang hilang.

b.      Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan :
Istilah pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang selalu saling terkait satu sama lainnya. Karena pada dasarnya setiap makhluk hidup ( ternak ) pasti akan mengalami pertumbuhan dan perkembnagan dalam hidupnya.
Jika dilihat dari sisi definisnya, pertumbuahan dapat dibedakan dengan sangat jelas, yaitu definisi pertumbuahan adalah perubahan ukuran yang meliputi perubahan berat hidup, bentuk, dimensi linier, dan komposisi tubuh, termasuk perubahan komponen – komponen tubuh seperti otot, lemak, tulang dan organ seta komponen – komponen kimia, terutama air, lemak, protein, dan abu pada karkas ( Sorparno, 1992 ). Sedangkan definisi dari perkembangan adalah progres atau kemajuan gradual kompleksitas yang lebih rendah menjadi kompleksitas yang lebih tinggi dan ekspansi ukuran ( Forrest et al.,1975 ) atau perubahan bentuk konformasi tubuh termasuk perubahan struktur tubuh ( Goodwin, 1977 ), perubahan kemampuan dan komposisi dalam ( Soeparno, 1992 ).
Selain itu secara singkat dapat juga dikatan bahwa pertumbuhan adalah perubuahn komposisi tubuh yang dapat diukur secara kuantutatif atau diangkakan, sedangkan perkembangan adalah perubahan yang terjadi pada komposisi tubuh yang tidak dapat dihitung secara kuantitatif, namun dapat dinyatakan secara kualitatif ( kualitas ).
c.       Definisi pola pertumbuhan :
Pola pertumbuhan adalah suatu arah tumbuh kembang makhluk hidup dari semenjak lahir sampai mati. Dalam hal ini arah tumbuh kembang tersebut digambarkan dengan sebuah kurve pertumbuhan. Kurve pertumbuhan ini dihasilkan dari hubungan antara berat badan dengan umur serta berlaku untuk semua spesies makhluk hidup kecuali pada manusia di usia muda. Jika digambnarkan, maka bentuk kurve pertumbuhan ini akan membentuk huruf “ S “, yang kemudian disebut dengan bentuk sigmoid.
d.      Ukuran pertumbuhan :
Ukuran pertumbuhan adalah segala hal yang digunakan sebagi acuan – acuan yang dalam usaha mengetahui dan menilai tingkat pertumbuahan ternak. Ukuran pertumbuhan yang paling umum dikenal adalah berat badan, tetapi seringkali berbagai ukuran seperti tinggi dan panjang juga dipergunakan.
    W2 – W1
      t2 – t1
 
            Laju pertumbuhan dalam berat bisa dinyatakan sebagai laju pertumbuhan rata – rata, yakni pertambahan absolut dalam berat per satuan waktu, yaitu bisa dinyatakan dengan formula sebagai berikut :
                       
             
W2 – W1 adalah pertambahan berat badan selama interval waktu  t2 – t1 .
Laju pertumbuhan rata – rata yang dinyatakan dengan cara ini tidak menjadi masalah rentang waktunya pendek, tetapi jika rentang waktunya panjang  maka cara ini tidak bisa dilakukan. Maka suatu metode alternative didalam menyatakan laju pertumbuhan adalah dengan laju pertumbuhan relative, yakni : pertambahan berat badan dalam suatu waktu yang diberikan, dinyatakan dalam hubungan dengan berat permulaan dengan waktu itu.
RGR ( Real Growth Rate ) dinyatakan dengan formula :
 

                                                , dimana W1 = berat awal dan W2 = berat akhir.


II.                Pola pertumbuhan ternak sapi dan kerbau :
Pola pertumbuhan adalah sebuah pola tentang tingkat pertumbuhan ternak yang digambarkan dalam bentuk sebuah kurve ataupun tabel. Pola pertumbuhan yang sudah sering dikenal dan berlaku untuk semua spesies adalah kurve dengan bentuk “ sigmoid atau S “.
Baik ternak sapi ataupun ternak kerbau mempunyai pola pertumbuhan yang sama, yaitu berbentuk kurve “ sigmoid “. Namun terdapat perbedaan dalam hal waktu terjadinya pertumbuhan cepat dan pertumbuhan lambat. Ternak sapi mengalami pertumbuhan lebih cepat, namun berhenti lebih awal. Sedangkan ternak kerbau mengalami pertumbuhan yang lebih lambat, namun petumbuhannya berlangsung lebih lama bahkan bisa sampai umur 9 – 10 tahun.

Tabel Pola pertumbuhan minimal dalam persentase dari berat badan dewasa sapi Bali betina dan jantan :

No

Umur
Betina
Jantan
Berat badan
( Kg )
Berat badan
( Kg )
1
Lahir
15
17
2
3 bulan
40
44
3
6 bulan
60
65
4
9 bulan
80
86
5
12 bulan
95
105
6
24 bulan
190
210
7
36 bulan
225
340
8
42 bulan
275
375
9
48 bulan
355
475
10
60 bulan
392
529
11
72 bulan
400
550




Tablel Pola pertumbuhan kerbau Murrah :

No

Umur
Betina
Jantan
Berat badan
( Kg )
Berat badan
( Kg )
1
Lahir
29.1
28.5
2
1 bulan
55.8
38.8
3
3 bulan
93.2
56.4
4
6 bulan
144.5
84.0
5
9 bulan
150.5
107.9
6
12 bulan
224.1
141.0
7
18 bulan
283.2
202.0
8
24 bulan
348.5
278.0